Cukang Taneuh (Green Canyon), Pangandaran

By Argi Setyo Margie   Posted at  02:58:00   Adventure No comments
Dibawah Stalaktit
Green Canyon Pangandaran, Ciamis. 
Ngomongin soal Green Canyon, pasti sudah gak asing lagi ditelinga orang-orang yang suka jalan. Wisata lokal yang mendunia ini emang pantas dijadikan salah satu destination wajib dikunjungi di Jawa Barat. Tepatnya di daerah Pangandaran, Kota Ciamis terdapat sungai bernama Cijulang yang mengalir ke Pantai Batukaras menembus gua stalakmit dan stalaktit luar biasa di sepanjang tepian sungainya. Hamparan batuan cadas dari kecil sampai besar dan juga rimbunnya pepohonan bisa ditemukan di Cukang Taneuh ini. Konon katanya istilah Green Canyon diberikan oleh turis asing dari Perancis pada awal tahun 90an saat dia melintasi sungai Cijulang dengan perahu karet. Sedangkan bagi warga setempat, namanya adalah Cukang Taneuh (Jembatan Tanah) dalam bahasa Sunda.
Climb
Awal Februari ini saya dengan teman-teman seperjuangan di kelas Teknik Sipil berkesempatan berpetualang mengarungi derasnya aliran sungai Cijulang. Kenapa deras? Karena sekarang ini adalah musimnya hujan dan saya sebelumnya sudah menduga kalo airnya pasti keruh dan alirannya deras. Tadinya perkiraaan saya itu sekedar rafting biasa menggunakan perahu karet, tapi ternyata tidak menggunakan perahu alias body rafting.
Dan ini yang edaaaaan, seumur hidup saya belum pernah merasakan body rafting apalagi arus airnya bisa dibilang gila begini. Begitu sampai di pos I tempat kami berganti pakaian dengan memakai peralatan body rafting dari tim porter, saya bergegas turun kebawah menuruni anak tangga seadanya yang ada disana untuk sampai ke Gua Bau (titik pertama mencelupkan diri).  

Depresi pertama
Bener banget kenapa dinamakan Gua Bau (‘gua’ ya bukan ‘gua=gw’ yang bau), baru sampai didepannya aja saya sudah merasakan nyiyirnya bau kotoran kelelawar aka kalong aka kampret,dkk. Oiya sebenernya dari atas gua saya sudah agak merinding liat arus airnya ditambah warna keruhnya. Beda sama yang saya lihat di internet arusnya tenang dan warnanya turquoise. Nah disitulah saya mulai berdoa sebanyak-banyaknya yang bisa keucap dimulut sebelum meluncur ‘panik’. Terus terang aja saya ngga mau nama saya ada di halaman depan koran  kota Ciamis besok paginya... naudzubillah...



Beratnya narik makhluk ini
Adrenalin langsung berpacu begitu saya turun ke air untuk menyeberang dan naik ke bebatuan lalu harus memanjat ditambah lompat lagi ke air dari ketinggian 3 meter lebih. Kemudian melewati arus tenang lumayan lama sampai saya bisa menenangkan diri kalo ngga terjadi apa-apa barusan,,,, Haha. Tapi setelah itu kami bertemu jeram pertama dengan arus derasnya, dan kami diharuskan melalui jalur itu untuk lanjut menyusuri sungai ini. Dan kejadian ini berulang kali saya dan kawan-kawan lakuin sepanjang 3 kilometer. Kedinginan, tenggelam, kemasukan air dari hampir semua lubang.. hehe, kepleset dan masih banyak lagi, saya rasain diperjalanan yang memakan waktu empat jam itu. Niat awal yang mau lebih banyak nikmatin waktu buat lihat indahnya stalaktit, batuan dan pepohonan harus berubah waktu berada diair. Yang kepikiran dikepala cuma gimana caranya tetep bisa sampai kerumah dengan selamet met met. But after all, saya sangat menikmati berpetualang di aliran sungai Cijulang.
Arus liarnya

Muke Pasrah




Biaya yang harus dibayarkan untuk olahraga edan ini sebesar 200k/org. Dibilang mahal mungkin bisa aja yaakk, tapi kalo menurut saya sebanding dengan fasilitas yang didapet seperti asuransi, makan dan yang bikin saya salut itu kerja para porternya yang sigap membantu masing-masing pengunjung yang hampir tenggelam dan ngga bisa meneruskan perjalanan. Buat yang betul-betul ingin santai nikmatin amazingnya Green Canyon Pangandaran  ini baiknya jangan datang dimusim hujan, sebab kalo datang dimusim hujan bakalan ngga ada cerita bisa santai selama berenang.










Lokasi :  Desa Kertayasa, Kecamatan CijulangKabupaten Ciamis ± 31 km dari Pangandaran

Dari Jakarta bisa ambil rute ke Bandung – Tasikmalaya – Ciamis Kota – Kota Banjar – Pangandaran.



















About Argi Setyo Margie

Blog ini berisi semua hal yang terlintas dari isi kepala seadanya, lalu dituangkan dalam penulisan. In my opinion, hobi yang paling murah didunia ini adalah menulis dan membaca. Terima kasih udah mampir dan semoga bermanfaat....
View all posts by: Argi Setyo Margie

0 komentar:

Connected

© 2009-2016 In My Weird Brain. WP Mythemeshop converted by Bloggertheme9.
Powered by Blogger.
back to top