The Cure Story

By Argi Setyo Margie   Posted at  03:34:00   Music No comments

Band yang terbentuk di Crawley, Sussex, Inggris 1976, yang bernama “Malice” saat itu dan sempat diganti dengan “Easy Cure” menulis lagu pertama mereka dan mengirim demonya ke perusahaan rekaman asal Jerman “Hansa”. Mereka juga sempat tampil unplugged di club Worth Abbey, di Sussex, dengan menggunakan instrumen bongo!. Saat Grup punk The Sex Pistols manggung pertama kalinya di London. Band yang mengalami formasi berubah-ubah ini digawangi Robert Smith sebagai dedengkot utama dengan rambut liar, warna kulit pucat dan lipstik merah dibibirnya. Nama Easy Cure disingkat menjadi The Cure agar cara pengucapannya tidak terlalu kaku.

Tahun 1979 Album pertama The Cure digarap dengan tajuk “Three Imaginary Boys” dengan genre yang aneh pada saat itu menempatkan mereka sebagai gerakan baru yang tumbuh dalam revolusi musik rock punk di Kerajaan Inggris. Penjelmaan yang pertama kali dibentuk oleh siswa di Notre Dame Middle School di Crawley, Sussex ini, dengan Line Up Robert Smith (piano), Michael Dempsey (guitar), Laurence “Lol” Tolhurst (percussion), Marc Ceccagno (lead guitar) and Alan Hill bass guitar itu manggung di club underground legendaris Marquee di London dan saat itu The Cure mendapat tekanan dari band-band hardcore punk karena The Cure yang aneh, Walaupun begitu, kadang konser The Cure selalu penuh, sering diminta penonton untuk terus bermain meskipun mereka harus mengulang kembali lagu-lagu yang sudah dimainkan.

1980 “Seventeen Second” album kedua yang diluncurkan The Cure diproduksi Mike Hedges dan berada di Top 20 tangga lagu Inggris. Di Amerika, album ini dinamai “Boys Dont Cry.” Dengan single andalan “a Forest” sebagai band pertama Inggris yang mengeluarkan Hit Single.

Vokalis Ian Curtis dari Joy Division bunuh diri, juga band seperti Bauhaus bubar saat itu. Robert Smith menuangkan kesedihan dan stressnya dengan menulis lagu. Album ke-3 “Faith” yang dingin dan depresi akhirnya dirilis. Bunyi-bunyi aneh seperti suara hantu dari keyboard dan gitar banyak terdengar di album ini. Lirik yg ditulis Robert juga berkisar sekitar tentang kehidupannya yg menyedihkan melalui chord2 gitar yg berkunci minor. Robert mulai menggunakan make-up dan maskara sejak rekaman album “Faith” ini.

Selama awal 1980an image yang suram yang tertanam untuk The Cure membuat mereka semakin menatap masa depan, apalagi saat peluncuran album ke empat bertajuk “Pornografi” pada tahun 1982 dengan single andalan “Lets go to bed”. Kepopuleran The Cure bertambah selama dasawarsa berjalan terus, khususnya di Amerika, dimana Lagu “Just Like Heaven” memasuki papan 40 atas di chart.

Di 1984 The Cure Melayangkan sebuah Album “The Top” dalam album ini semua alat musik/aransemen di mainkan Robert Smith kecuali Drums. Di tahun 1985 Formasi baru The Cure –Smith, Tolhurst, Gallup, Thompson, and Williams– merilis album “The Head On the Door”, album yang beraspek pesimis, kekecewaan yang melodic ini berhasil menembus daftar lagu Top 7 di Inggris dan Top 20 di Eropa dan Australia, sedangkan di Amerika album mereka menembus Top 60. Dua lagu jebolan di album ini adalah “In Beetween Days” dan “Close to Me”. Mengikuti Tour Dunia nya, The Cure merilis singles kompilasi “Standing on a Beach”. Di tahun 1986 The Cure merilis album kompilasi “Staring at the Sea” yg berisikan single-single, termasuk “Killing an Arab” yg diprotes organisasi Arab-American atas lirik dan publikasi lagu tersebut. Media musik New Musical Express (NME) menobatkan “Killing an Arab” jadi single of the week dengan permainan gitar Robert Smith yang cukup menjanjikan walaupun penampilan mereka aneh. Di CD album “Staring at the Sea” terdapat stiker dengan tulisan bahwa lagu Killing an Arab bukan bertema rasisme. Saking sebelnya sama pihak yg salah mengartikan dan maen tuduh, Robert gunting rambutnya yang panjang sampai cepak. Peringkat album “Staring at the Sea” terus naik tangga album Billboard. Waktu The Cure mengadakan show di gedung The Forum di Los Angeles, salah satu fans mereka bunuh diri.

1987, gw baru lahir, Hehehe…. dan The Cure sudah Merilis Album “Kiss Me, Kiss Me, Kiss Me” mencapai chart Top 5 di Inggris dan di Eropa, sedangkan di Amerika Top 35. dan mendapat Platinum atas penjualan albumnya. Bulan Agustus 1988, setelah 14 tahun pacaran, Robert Smith dan Mary Poole akhirnya menikah juga di gereja Benedictine. dan saat itupun Band dari USA bernama Dinosaur, Jr. merekam lagu “Just Like Heaven” untuk album mereka.

Di tahun 1989 album “Disintegration”, yang gelap seperti album mreka sebelumnya. Album Itu menjadi album mereka yg berhasil menempati posisi tangga lagu di Inggris. Duduk di posisi tiga dengan tiga lagu (”Lullaby”, “Lovesong dan “Picture Of You”) masuk posisi 30 besar di Inggris dan Germany. Menjelang permulaan 1990 The Cure Menjadi salah satu band musik rock alternatif yang paling populer di dunia.

Pada Tahun 1991, Roger O’Donnell meninggalkan Band dan diganti Perry Bamonte., The Cure menyumbang hits lagu untuk musik dance Inggris melalui album kompilasi mereka yg di-remix berjudul “Mixed Up”. The Cure mendapat penghargaan Best Band di acara “Brit Award” di Inggris. Di Amerika, musik grunge seperti Nirvana mulai digandrungi di Amerika. Walaupun grunge mewabah di Amrik, musik The Cure tetap disukai, terutama di negara bagian New Jersey.

Saat album “Wish” berhasil meluncur dengan singe andalan (Friday i’m in Love, a Letter to Elise dan High) Sekilas tentang “Friday I’m In Love”: Jumat pagi dia terbangun dari tidur selama 4 hari sebelumnya berturut-turut dia mabuk-mabukan. Jadi waktu bangun pagi itu, perasaannya sangat fresh dan tanpa beban. Catatan : Setelah rekaman Disintegration, Robert mulai capek nulis lagu tentang kehidupan pribadinya. Jadi, dengan album Wish ini, penulisan lagu The Cure berubah walaupun awalnya sangat sulit. Hasilnya, single-single di album Wish tidak terlalu sentimentil, malah tergolong Happy. Berikutnya Line up The Cure kehilangan Porl Thomson yang meninggalkan Band di Tahun 1993 dan bergabung dengan Robert Plant dan Jimmy Page di Led Zepplin, dan Bamonte mengisi kekosongan yang ditinggalkan Thomson.

Pada tahun 1994 Formasi The Cure diisi Robert Smith, Bamonte, Gallup dan Roger O’Donnell yang diminta bergabung kembali. Akhirnya album “Wild Mood Swings” dilepaskan pada tahun 1996 dengan single andalan “The 13th” dan “Mint Car” berada sangat rendah di tingkat lagu di Inggris, dan single selanjutnya “Gone dan “Strange Attraction” tidak begitu sukses. Banyak lagu yg tidak konsisten dengan ciri khas musik the Cure, bahkan berbau funky dan hampir tidak ada lagu yg pantas dijadikan single. Dipertengahan tahun 1993-1994 Cure merilis 2 album live kompilasi berjudul “Show” dan “Paris.” Lol Tolhurst menuntut the Cure atas royalti dari album live tersebut (direkam waktu dia masih memainkan drum), dan kalah di pengadilan.

Di pertengahan 1996 The Cure mengadakan festival di South America, dan diikuti Tour Dunia untuk mensuport album selanjutnya. Di Tahun 1997 Album “Galore” diluncurkan dan respon yang didapat oleh para penggemar sangat tinggi, dengan berhasil meraih Multi-platinum dengan koleksi single, “Standing On a Beach” “Galore” dirilis sebagai kompilasi album The Cure dari tahun 1987 dan 1997, single terbarunya bejudul “Wrong Number” dengan Fitur terbaru yang disajikan oleh David Bowie Guitaris Reeves Gabrels. Mereka berkolaborasi di amerika radio festival tour di single “Wrong Number”. Dan untuk pertama kalinya The Cure berkontribusi dalam Soundtrack album The X-Files. Di 1998 Robert Smith maen di film kartun South Park sebagai parodi dirinya sendiri.

Di Tahun 1999, Robert berusia 40 dan Album “Bloodflowers” yang direkam di studio RAK di London, di mana album Pornography dan Disintegration juga direkam ulang. Album “Bloodflowers” yang semula akan diluncurkan pada tahun 1998 ternyata mengalami delay sampai tahun 2000 dengan alasan (waduh…lupa gw ga nanya alesannya sama Robert Smith). Tapi yang jelas di album itu Smith menuangkan sebuah single “Out of This World” yang didalamnya Robert menulis lirik “I know we have to go, I realize we always have to go back to real life, where we belong…”. Robert pun membuat pernyataan yang mencengangkan, dia bilang klo moment ini adalah rekaman terakhirnya dengan The Cure dan seandainya akan membuat album lagi setelah “Bloodflowers”, itupun bukan dengan The Cure. Di Tahun itupun The Cure mengadakan Preskon untuk menyatakan bahwa mereka akan bubar dan ini album terakhir mereka, tapi pertemuan itu batal.

Tahun 2004 Merilis album “The Cure” dan Dihadiahi MTV Icon. Yang membawakan tembang The Cure saat itu adalah: AFI dengan “Just Like Heaven”, Blink-182 “a Letter to Elise”, Razorlight “Boys Don’t Cry” , the Deftones “If Only Tonight We Could Sleep” and was Hosted oleh Marilyn Manson. The Cure sangat berpengaruh pada banyak pecinta musik dan berpengaruh terhadap Band mereka contohnya: Jane’s Addiction, The Smashing Pumpkins, and Dinosaur Jr. Robert Smith baru menyadari band-band yang dipengaruhi oleh The Cure adalah: Band Interpol and My Chemical Romance.

The Cure menulis dan mengumpulkan semua materi untuk album barunya sejak 2006 album ke 13 ini akan berbentuk double album dan dijadwalkan akan release pertengahan 2008. Double album itu nantinya akan beredar secara “Limited edition”, yang akan di aransemen sendiri oleh Smith. “Untitled Thirteenth Album”.

About Argi Setyo Margie

Blog ini berisi semua hal yang terlintas dari isi kepala seadanya, lalu dituangkan dalam penulisan. In my opinion, hobi yang paling murah didunia ini adalah menulis dan membaca. Terima kasih udah mampir dan semoga bermanfaat....
View all posts by: Argi Setyo Margie

0 komentar:

Connected

© 2009-2016 In My Weird Brain. WP Mythemeshop converted by Bloggertheme9.
Powered by Blogger.
back to top